Abaikan RAT, Ratusan Koperasi Dinon-aktifkan

  • Whatsapp

KABAR BANGKALAN – Ratusan koperasi di kabupaten Bangkalan dinonaktifkan. Salah satu indikasinya, tidak menggelar rapat anggota tahunan (RAT). Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Perizinan dan Kelembagaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop UM) Bangkalan Agus Budi, Senin (24/5/2021).

Menurutnya, berdasarkan jumlah data ada sebanyak 832 koperasi secara keseluruhan. Dari jumlah tersebut, 669 koperasi dinonaktifkan. Sisanya, 132 koperasi masih aktif menggelar RAT. “Kondisinya memang pandemi, ini jadi salah satu kesulitan besar mereka (koperasi red),” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Agus menjelaskan, selain tidak adanya pembinaan nonaktifnya koperasi dikarenakan minimnya pengurus aktif. Sehingga tidak melaksanakan RAT. Sebab, pada RAT akan dibahas tentang laporan pertanggungjawaban (LPJ) tentang keuangan di koperasi tersebut. “Saat RAT itu yang dibahas adalah LPJ, jadi harus dilaksanakan,” jelasnya.

Pihaknya mengaku, sudah melakukan imbauan dan mengingatkan langsung kepada para pengurus koperasi. Selain melakukan imbauan, timnya juga memberikan evaluasi. Sehingga bisa diaktifkan kembali sewaktu-waktu. “Kami sudah terjunkan petugas penyuluh koperasi lapangan (PPKL) untuk mengevaluasi,” tegasnya.

Salah satu pengurus Koperasi di Bangkalan, Ahmad Hamdan menjelaskan mengaku, kondisi koperasi tengah membutuhkan sokongan modal usaha. Sebab jika tidak produktif, maka akan banyak anggota yang keluar dan tidak aktif. “Kalau koperasi tidak jalan, para anggota kemudian banyak yang malas, tidak aktif, lalu menghilang,” tuturnya.

Menurutnya, pembinaan yang diberikan oleh pemerintah tidak berjalan dengan baik. Sebab, kedatangan para penyuluh hanya untuk menanyakan masalah dan kesulitan yang dialami. Sedangkan untuk solusi, semua koperasi dituntut untuk mandiri. “Pemerintah juga tidak berikan solusi, sehingga pembinaan tidak sesuai yang diharapkan,” keluhnya.

Hamdan berharap, agar pemerintah juga mengupayakan solusi untuk koperasi. Sehingga, bisa lebih mandiri, salah satunya dengan langkah bekerjasama. “Saya harap nanti ada kerjasama yang bisa dilakukan, antara pelaku koperasi dan pemerintah kabupaten,” harapnya.  (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *