Wali Siswa Pilih Pondok, PPDB Sekolah Tidak Terpenuhi

  • Whatsapp

KABAR BANGKALAN | Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) mulai dibuka. Untuk jalur utama, siswa mendaftar melalui prestasi akademik yang dimulai tanggal 20 hingga 22 Mei kemarin. Hanya saja, sejak pengumuman tanggal 23 Mei belum sepenuhnya sekolah memenuhi kuota atau pagu pada jalur prestasi. Hal ini diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Dinas Pendidikan (Disdik) Jatim Cabang Bangkalan Moh Fauzi, Senin (24/5/2021).

Dia mengaku, belum mengetahui secara pasti mengenai jumlah sekolah yang belum memenuhi pagu. Sebab, belum melakukan pendataan.  Hanya saja yang pasti, dari 10 sekolah menengah atas (SMA) Negeri di Bangkalan, yang belum terpenuhi yakni SMAN 1 Tanjungbumi. “Ada yang terpenuhi ada yang belum. Itu hanya bisa diprediksi karena yang kerja sistem. Bisa dibandingkan antara pagu PPDB dengan yang siswa diterima,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu,  Wakil Kepala (Waka) Sekolah SMAN 1 Tanjungbumi Hendrik Dewantara menuturkan, pagu di sekolahnya 252 siswa. Namun, 25 persen dari pagu tersebut diambil dari jalur prestasi nilai akademiknya belum terpenuhi. Sebab, selain jumlah siswa yang mendaftar minim, banyak orang tua yang memilih menyekolahkan anaknya di pondok pesantren (ponpes).

“Kedua-duanya, karena kayaknya rata-rata anak-anak sini pada mondok. Menurut orang tua siswa sekarang, mondok bisa dapat dua ilmu. Yakni agama dan umum. Karena pondok sekarang rata-rata ada sekolah umumnya,” responnya.

Diketahui, pagu PPDB SMA/SMK Negeri di Bangkalan berjumlah 6.269 calon peserta didik. Rinciannya, untuk SMAN sebanyak 2.996 peserta didik dengan total 10 lembaga. Sedangkan di SMKN sekitar 3.273 orang dengan 10 lembaga. Sedangkan untuk tahapannya, terdapat jalur afirmasi 15 persen untuk SMAN, jalur perpindahan tugas orang tua atau bali maksimal 5 persen, jalur lomba 5 persen, prestasi nilai kademik 25 persen dan jalur zonasi 50 persen.

Sedangkan PPDB jenjang SMK Negeri yakni jalur afirmasi 15 persen, jalur perpindahan tugas orang tua atau bali maksimal 5 persen, jalur hasil lomba 5 persen, jalur prestasi nilai akademik 65 persen dan jalur zonasi SMK maksimal 10 persen. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *