Perkosa Santrinya, Kiai Cabul Terancam Hukuman Kebiri Kimia

  • Whatsapp
Tersangka saat mengikuti sidang putusan kasus pemerkosaan di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan. (Foto: Helmi Yahya)

KABAR BANGKALAN | Oknum kiai yang menjadi terdakwa pelaku pemerkosaan KH Moh Mahattam, terhadap santriwati atas nama Siti Mubaroh terancam akan dihukum kebiri kimia. Hal tersebut sesuai dengan hukuman atas tindakan kejahatan seksual yang dilakukan pada anak dibawah umur.

Hanya saja, pelaksanaan hukuman tersebut masih baru. Sehingga, masih menjadi pertimbangan untuk penerapannya. Hal ini diungkapkan, Ketua Majelis Hakim sekaligus Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan, Maskur Hidayat usai membacakan sidang putusan, Rabu (26/5/2021).

Bacaan Lainnya

“Hukuman kebiri ini, bisa saja digunakan. Tapi masih harus dengan banyak pertimbangan, karena untuk penerapannya masih baru,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan hukuman kebiri kimia belum banyak diterapkan di Jawa Timur (Jatim). Penerapan hukuman itu, hanya dilakukan di Kabupaten Mojokerto yang dikhususkan pada salah satu predator seksual. “Penggunaan hukuman ini, sepertinya masih diperuntukkan hanya bagi pelaku yang menjadi predator seks,” jelasnya.

Beberapa pertimbangan yang menjadi bahan kajian nanti, berkaitan dengan hasil ketetapan sidang, kondisi kesehatan terdakwa dan juga melibatkan ahli kesehatan lainnya. “Banyak pertimbangan, jadi tidak bisa langsung diputuskan begitu saja,” paparnya.

Salah satu pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) Bangkalan Ilmi Haqiqi menyampaikan, hukuman kebiri kimia menjadi pertimbangan yang rumit. Sehingga, tidak bisa mudah dalam menerapkannya. “Alat dari cairan kimia itu memiliki banyak efek samping, sehingga harus benar-benar dipertimbangkan,” ulasnya.

Menurutnya, pelaksanaan hukuman tersebut seharusnya mendapat persetujuan dari keluarga, jika tidak maka lebih baik dicarikan solusi lainnya. “Kalau masih ada solusi lain yang lebih memungkinkan, mending jangan dengan hukuman kebiri tersebut,” tukasnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *