Pemberangkatan Calon Jamaah Haji Potensi Kembali Ditunda

  • Whatsapp
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan masih berkoordinasi dengan Kemenag Pusat untuk pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) tahun ini. (Foto: Fa'in Nadofatul M.)

KABAR BANGKALAN | Hingga saat ini, pemberangkatan ratusan calon jamaah haji (CJH) di Bangkalan belum jelas. Indikasinya, terjadinya penundaan pemberangkatan CJH tahun 2020 kemarin. Sehingga, berdampak pada pemberangkatan CJH tahun ini. Pada 2020 kemarin, sebanyak 742 CJH tidak diberangkatkan lantaran Covid-19. Hal ini diungkapkan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan Abd Haris melalui Kasi Haji dan Umroh Wafir, Kamis (3/6/2021).

Menurutnya, pemberangkatan CJH tahun ini masih menunggu kepastian CJH di tahun sebelumnya. Bahkan, hingga saat ini masih menunggu informasi dari Kemenag Pusat. Sedangkan, pendaftaran CJH harus dilaksanakan dengan ketentuan para calon jamaah wajib divaksin. Kebijakan itu, resmi diinformasikan oleh Pemerintah Arab Saudi untuk mengantisipasi merebaknya Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Kami tidak berani berspekulasi. Tapi yang jelas, hingga saat ini pula belum ada informasi lanjutan dari pusat. Sehingga kami, tidak bisa memprediksi apakah tahun ini ada pemberangkatan atau tidak. Karena, CJH di tahun sebelumnya juga belum diberangkatkan,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan, pada dasarnya CJH tahun 2020 secara persyaratan sudah memenuhi atau tidak masalah. Bahkan, seluruh CJH sudah lengkap dan patuh administrasi. Hanya saja, hingga saat ini Kemenag Pusat masih menyesuaikan kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi. 

“Kami masih menunggu apa kebijakan dan yang dikehendaki oleh Pemerintah Arab Saudi begitu juga dengan protokol kesehatan (protkes)-nya,” jelasnya.

Ditegaskan, digantungnya kejelasan keberangkatan ini bukan hanya di Bangkalan. Namun, terjadi seluruh kota di Indonesia. Sedangkan, peminat masyarakat Bangkalan yang mendaftar selama wabah Covid-19 masih seperti biasa. Artinya, pendaftaran tetap berjalan meski peminat turun 50 persen. Pada tahun 2019, pendaftar haji sebanyak 2.377 CJH. Sedangkan tahun 2020 sebanyak 1.272 CJH.

“Intinya tetap berjalan, karena wabah ini secara ekonomi masyarakat juga berpengaruh. Akhirnya minat masyarakat untuk haji juga menurun,” jelasnya.

Begitu pula pergerakan masyarakat banyak dibatasi. Bahkan, CJH yang bekerja di luar negeri tidak bisa pulang untuk menunaikan rukun Islam yang ke lima, mengingat pendaftaran haji, CJH harus menyiapkan dana sebesar Rp25 juta.

“Untuk waiting list sampai tahun 2051 mendatang,” tukasnya. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *