Waspada, Begal Motor Bermodus COD

  • Whatsapp
Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo menunjukkan barang bukti (BB) yang berhasil diamankan dari pelaku. (Foto: Fa'in Nadofatul M.)

KABAR BANGKALAN | Modus penipuan secara online, berhasil diungkap oleh Kepolisian Resort (Polres) Bangkalan. Mereka, mengamankan R (Inisial) sebagai pelaku penipuan dengan cara pembayaran melalui cash on delivery (COD), tanggal 31 Mei 2021. Bahkan, salah satu dari pelaku merupakan komplotan begal yang selama ini meresahkan warga.

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo mengatakan, R dibantu oleh M dalam melancarkan aksinya. Pada dasarnya, para tersangka mengincar kendaraan korban bernama S. Modusnya, akan mengantarkan barang pesanan S berupa pemanas air mereka melancarkan aksinya. R mengajak janjian pembayaran barang di Desa Parseh Kecamatan Socah.

Bacaan Lainnya

“Kemudian R ini sudah berkomunikasi dengan M. Sehingga si S ini ditinggalkan oleh R, dan disamperin oleh M untuk membantunya mencari R. Pada saat itu juga M meminta kepada S untuk mengendarai motornya dengan alasan agar lebih cepat. Nah, ketika itu juga si S ini langsung ditinggal oleh M,” ujarnya, Kamis (3/6/2021).

Menurutnya, penangkapan terhadap R dilakukan ketika polisi melakukan razia. Saat itu, R berhasil diamankan lantaran membawa sajam. Bahkan ketika di introgasi, secara kebetulan S juga masih berada di polres. Saat itu juga, S mengenali ciri-ciri orang yang ingin menjual pemanas air dan membawa kabur sepeda motornya.

“Jadi langsung kami lakukan pengembangan penyidikan. Sampai saat ini, M masih masuk daftar pencarian orang (DPO). Berdasarkan keterangan tersangka keduanya melakukan begal modus COD itu tidak pertama kali. Pada tanggal 7 Mei juga melakukan hal sama. Modusnya COD sarung, kemudian korban lainnya dibawa ke rumah kosong dan dibawa sepedanya,” jelasnya.

AKP Sigit menegaskan, saat ini telah mengantongi lokasi persembunyian M dan sedang dalam pengejaran. Sedangkan, barang bukti (BB) yang berhasil diamankan berupa baju dan kalung yang dikenali oleh korban. Atas kejadian itu, keduanya mendapatkan pasal berlapis yakni pasal 378 KUHP dan ada UU Darurat Nomor 12 tahun 1951, lantaran membawa sajam saat ditangkap dan melakukan perlawanan.

“Untuk modus COD dikenakan pasal 378 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. Namun pengecualian, jadi bisa dilakukan penahanan,” tegasnya. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *