Angka Kematian Akibat Covid-19 Diklaim Kembali Mulai Melandai

  • Whatsapp
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta saat mengunjungi RSUD Syamrabu dan Balai Diklat Bangkalan. (Foto: Fa'in Nadofatul M.)

KABAR BANGKALAN | Naiknya angka warga terinfeksi Covid-19 di Bangkalan, mendapat perhatian sejumlah pimpinan Provinsi Jawa Timur (Jatim). Usai Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, disusul Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta turun langsung meninjau layanan kesehatan di Bangkalan.

Sebelumnya, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menggelar rapat koordinasi penanganan wabah Covid-19 di Bangkalan pada Minggu (6/6/2021).

Bacaan Lainnya

Dia datang ke Bangkalan untuk memastikan kondisi rumah sakit umum daerah (RSUD) Syamrabu, Rumah Karantina Balai Diklat dan Puskesmas Arosbaya yang menjadi wilayah zona merah di Bangkalan. Sedangkan, kenaikan pasien Covid-19 di Bangkalan juga diduga sudah masuk jenis baru.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afianta menyampaikan, perlu upaya untuk mengubah stigma masyarakat, agar lebih terbuka dalam menangani Covid-19. Salah satunya dengan meyakinkan masyarakat bahwa perawatan Covid-19 di rumah isolasi bagus.

“Jadi harus membuat masyarakat yakin kalau perawatan di rumah isolasi atau rumah sakit itu baik. Budayakan agara masyarakat yang mengalami gejala ataupun terinfeksi untuk datang ke fasilitas kesehatan agar lekas mendapat penanganan,” tuturnya.

Dia menyebut, saat ini fasilitas di rumah isolasi sudah lengkap. Bahkan, akan disediakan fasilitas wifi agar pasien tetap bisa berkomunikasi dengan keluarga yang di rumah. Menurutnya, langkah itu akan efektif untuk mencegah angka positif dan juga kematian. Sebab, hingga saat ini kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ketika mengalami gejala masih minim.

“Pasien dan keluarganya tidak boleh stress, bisa video call. Dengan begitu, pandangan masyarakat terhadap pemeriksaan tidaklah menakutkan lagi. Namun itu memang perly waktu,” tegas Irjen Pol Nico Afianta

Sedanngkan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto meminta agar seluruh masyarakat yang sudah mengalami gejala dijemput untuk diisolasi di tempat yang sudah disediakan.

“Harus cepat dipisahkan agar tidak menular ke orang lain terutama keluarganya,” ujarnya.

Sedangkan, Direktur RSUD Syamrabu dr Nunuk Kristiani menyampaikan, untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Syamrabu telah kembali dibuka. Selain itu, pihaknya juga mengaku sudah membenahi alat dan fasilitas rumah sakit.

“Kami sudah menambah tempat tidur sebanyak 50 TT. Sehingga, total TT khusus pasien Covid-19 kini ada 140,” kata Nunuk.

Tambahan TT ini akan siap dalam waktu satu hingga dua hari ke depan. Sebab, tenaga kesehatan (nakes) atau sumber daya manusia (SDM)-nya harus diatur lagi dengan pengaturan rolling kembali.

“Pasien yang dirawat sekarang masih 78 orang. Sedangkan yang di IGD masih ada 5 orang suspek Covid-19 dan masih dilakukan swab PCR. Setiap hari terus ada pasien,” ungkapnya.

Sementara enam rumah sakit penyangga yang disediakan oleh Pemprov Jatim juga mulai diisi. Nunuk mengaku sudah mengirim 3 pasien Covid-19 ke semua rumah sakit penyangga. Tiga pasien itu berasal dari Kelurahan Martajasah dan Kecamatan Arosbaya. Kondisi mereka sudah berat.

“Jadi kami tetap menerima pasien umum, karena mereka juga butuh penanganan. Tapi sudah kami buat skenario pemisahan, baik gedung, ruangan dan TT dengan pasien Covid-19,” ujar Nunuk menerangkan lebih lanjut.

Untuk dugaan adanya wabah Covid-19 jenis baru, Nunuk belum bisa memastikan, sebab masih mengobservasi semua pasien. Dikatakan, kondisinya sudah membaik dari sebelumnya yang tingkat kematiannya tinggi, yakni ada dua pasien kondisi sudah menurun atau membaik.

“Sementara itu belum ada keterangan resmi dari Dinkes Jatim ya, kami sudah kirimkan hasil lab dan observasi pada pasien yang diduga terjangkit Covid-19 jenis baru itu,” tandas Nunuk. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *