Banyak Warga Terpapar Covid-19 Tidak Terdeteksi dan Tertangani Rumah Sakit

  • Whatsapp
Menkes Budi Gunadi Sadikin, Kepala BNPB Ganip Warsito dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi layanan kesehatan di Bangkalan. (Foto: Fa'in Nadofatul M.)

KABAR BANGKALAN | Angka pasien Covid-19 di Bangkalan tak kunjung turun. Sejak 29 Mei hingga 7 Juni 2021, sudah ada 322 orang yang dinyatakan terinfeksi Covid-19. Bahkan angka penggunaan tempat tidur di rumah sakit di Bangkalan, atau pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, sudah mencapai 60 persen dari jumlah tempat tidur yang tersedia.

Untuk menekan lonjakan angka penularan Covid-19 itu, posko pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Selain itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mengirim sejumlah alat kesehatan dan alat rapid tes antigen. Dropping itu antara lain ventilator 30 pieces dan obat-obatan.

Bacaan Lainnya

“Bentuk yang kami berikan, kami akan mengoptimalisasi lagi peran dan fungsi dari posko PPKM mikro,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito saat berkunjung ke Bangkalan bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (8/6/2021).

Dalam peninjauan itu, mereka juga membahas tentang skema penanganan lonjakan pasien Covid-19 di Bangkalan. Menurutnya, posko PPKM mikro ini memiliki tugas dan fungsi pencegahan melalui penerapan protokol kesehatan (protkes). Sehingga, langkah pertama yang perlu dilakukan masyarakat Bangkalan adalah penggunaan masker.

“Dengan pakai masker ini tertularnya hanya 5 persen. 95 persen melindungi diri,” jelasnya usai melakukan rapat koordinasi di Pendopo Bupati Bangkalan.

Perwira TNI berpangkat letnan jenderal (letjen)  itu juga mengajak tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk menggalakkan 5 M kepada masyarakat. Dia juga menekankan penanganan pada episentrum lokasi lonjakan kenaikan pasien Covid-19, agar diberikan batasan-batasan ruang gerak.

“Dan ini perlu. Begitu pula dengan vaksinasi wajib dilakukan. Tracking juga harus digalakkan,” pesan jebolan akademi militer (akmil) 1986 ini.

Sementara itu, Menkes Budi Gunawan Sadikin mengaku telah mendropping sejumlah alat kesehatan dan alat rapid tes antigen. Dropping itu antara lain ventilator 30 pieces dan obat-obatan.Selain itu, akan menyiapkan vaksin sekitar 20 ribu hingga 30 ribu dosis.  Karena menurutnya, kegiatan vaksinasi di Bangkalan tidak terlalu tinggi.

Terkait kedatangannya ke Bangkalan itu, juga disebut karena ada nakes yang terinfeksi Covid-19 dalam kondisi fatal. Maka, perawatan pada pasien Covid-19 dari nakes juga harus berbeda. Karena nakes di Bangkalan juga sudah kewalahan, dia berencana juga akan menukar ngan nakes luar Bangkalan.

“Kami juga minta nakes yang sudah parah segera dirujuk ke Surabaya,” tegasnya.

Sedangkan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, hasil pantauannya sejak Kamis (3/6/2021), sudah mengidentifikasi penggunaan tempat tidur pasien Covid-19 di beberapa rumah sakit di Bangkalan sudah di atas 60 persen. Sehingga dia meminta agar ada relaksasi.

“Sebetulnya di Bangkalan ini lebih dekat dengan Surabaya. Kami minta pasien harus dirujuk ke Surabaya kepada rumah sakit yang BOR-nya (bed occupancy ratio = angka penggunaan tempat tidur) sudah 60 persen.

Terdapat enam rumah sakit penyangga RSUD Syamrabu Bangkalan, dua di antaranya merupakan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). BOR di dua rumah sakit itu sangat rendah, alatnya sudah lengkap dan sumber daya manusia (SDM)-nya sudah mumpuni.

“Jadi dua rumah sakit itu bisa dijadikan rujukan utama bagi RSUD Syamrabu,” pintanya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *