UTM dan PT Sevima Jalin Kontrak, Magangkan Mahasiswa dan Digaji

  • Whatsapp
Rektor UTM Dr. Ec H Muh Syarif, Drs dan Dekan Fakultas Teknik UTM Dr. H. Rachmad Hidayat, M.T saat resmikan MoU dengan PT Sevima secara online. (Foto: Helmi Yahya)

KABAR BANGKALAN | Sinergitas antara Universitas Trunujoyo Madura (UTM) dengan PT Sevima resmi berjalan. Keduanya melakukan perjanjian kerja sama dalam pelaksanaan program Kementerian Riset Dikti, yakni Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

PT Sevima yang bergerak dibidang teknologi informasi (IT) tersebut, akan menerima mahasiswa yang mengikuti program magang UTM dan akan diberikan honor.

Bacaan Lainnya

Rektor UTM Drs Ec H Muh Syarif menjelaskan, program MBKM tengah diusung menjadi program prioritas. Semua fakultas di UTM juga turut serta mempersiapkan program tersebut.

“Program MBKM ini menjadi tugas kami untuk melaksanakan dan juga mensukseskannya,” kata Muh Syarif.

Dengan menjalankan kerja sama dengan perusahaan besar di Madura itu, diklaim akan membuat mahasiswa lebih cepat berkembang. Sebab, pengalaman yang didapatkan secara langsung akan membuat mereka lebih mudah mengetahui.

Pihaknya memastikan tidak lekas puas dan masih terus menghargai perjuangan dan perkembangan para pimpinan fakultas.

Kerja sama itu juga diharapkan agar para mahasiswa yang terpilih magang dapat lebih semangat. Sebab, jika berpotensi dan terus mendapatkan predikat baik, setelah lulus akan berpotensi menjadi bagian dari perusahaan tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua mitra dan juga PT Sevima, karena telah berkenan mau membuka tangan untuk UTM yang lebih baik,” ulas lelaki asal Sampang tersebut.

Semua fakultas di UTM juga diminta juga turut serta aktif untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan atau instansi yang memiliki keterkaitan. Sehingga dapat mempermudah pelaksanaan MBKM di UTM. Namun tetap berbasis pada visi misi membangun Madura lebih baik.

Sedangkan Dekan Fakultas Teknik UTM Dr. H. Rachmad Hidayat, M.T. menceritakan bahwa hubungan personal antara dirinya dengan PT Sevima sudah terjalin sejak lama. Kemudian karena ada program MBKM, maka kerja sama itu dicoba.

“Kalau (secara, red) personal, saya sudah sejak dulu baik, tapi kalau secara instansi, baru kali ini kami menyetujui untuk teken kontrak,” ulas Rachmad.

Dari hasil MOU pitu, ihaknya bersama PT Sevima menyepakati akan menerima mahasiswa UTM yang mengikuti magang dengan program MBKM, bahkan dengan sistem gaji setiap bulan.

Program MBKM hanya bisa diakses oleh mahasiswa semester enam ke atas, atau yang sudah memiliki jumlah SKS yang cukup. Sebelum dinyatakan diterima, mereka juga akan menjalani serangkaian tes sehingga bisa dinyatakan lolos.

“Semester ini saja ada dua mahasiswa yang lolos program tersebut,” terangnya yang juga membocorkan bahwa program tersebut juga bisa jadi peluang bagi alumni dan dosen UTM.

Namun bagi alumni dan dosen, penempatan dan penyesuaian gajinya berbeda. Jika mahasiswa ada pada kisaran Rp1 juta hingga 2 juta, sedangkan alumni bisa di kisaran Rp5-10 juta. Lalu untuk dosen bisa mencapai hingga Rp10-15 juta untuk setiap bulannya.

Rachmad juga mendorong mahasiswa agar lebih aktif, sehingga mampu mengikuti program tersebut. Sebab, selain fakultas teknik, fakultas lain juga akan segera menyusul, sehingga bisa dimanfaatkan peluang tersebut sebaik mungkin.

“Saya harap mahasiswa sekarang bisa lebih maju, untuk bersaing lebih baik dan juga lebih antusias mengikuti program ini” ujar Rachmad sambil menegaskan bahwa mahasiswa yang magang juga berpotensi jadi pegawai PT Sevima. (hel/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *