Nelayan Bangkalan Tidak Butuh Tempat Pelelangan Ikan

  • Whatsapp
TIDAK BUTUH: Sebagian wilayah Bangkalan dikelilingi lautan dan sebagian mata pencaharian warga pesisir sebagai nelayan, namun tidak memiliki tempat pelelangan ikan (TPI).

KABAR BANGKALAN | Meski sebagian wilayah Bangkalan dikelilingi oleh laut dan sebagian mata pencaharian warga pesisir sebagai nelayan, pemerintah tidak memiliki tempat pelelangan ikan (TPI). Sedangkan, TPI satu-satunya yang ada hanya di Desa Banyu Sangkah Kecamatan Tanjung Bumi. Mirisnya, bangunan tersebut masih milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).  

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Bangkalan Muhammad Zaini mengaku, pembangunan TPI tidak begitu menjdi orioritas. Sebab, wilayah yang memproduksi ikan terbesar hanya di TPI Banyu Sangkah. Sedangkan, kebutuhannya berupa pembangunan pelabuhan pendaratan perikanan (P3) yang hingga saat ini masih terkendala anggaran. Pihaknya berharap, ada bantuan baik dari pemerintah provinsi maupun pusat.

“Kami punya satu itu, tapi TPI yang di Banyu Sangkah sekarang sudah diserahkan ke Pemprov Jatim sesuai dengan Undang-Undang nomer 23,” ujarnya, Rabu (9/6/2021).

Jika ada pengembangan P3 ini lanjut Zaini, secara fungsi akan lebih luas. Yakni, beberapa fasilitas ruang kantor, tempat TPI, ruang-ruang yang diperlukan untuk pendataan dan pengelolaan ikan lainnya. “Seperti di Pasongsongan Sumenep itu. Lokasi yang strategis ini tetap di Banyu Sangkah. Namun kembali lagi, kami tidak ada anggaran untuk pengembangan itu,” paparnya.

Jika ditempatakan di daerah lain di Bangkalan, pengembangan P3 ini kurang bagus. Mengingat, hanya di Banyu Sangkah  produksi ikan paling banyak se-Bangkalan. Sebab, indikator dengan daerah yang tangkapan ikannya tinggi dengan menggunakan perahu besar hanya ada di desa tersebut.  “Kalau tempat lainnya produksi ikan kecil. Kalau di Bangkalan ini kan rata-rata tangkapan hanya kepiting, rajungan dan udang,” tuturnya.

Sejauh ini produksi ikan di Bangkalan selalu meningkat. Meski kenaikan hanya 3 persen Zaini mengatakan, setidaknya produksi ikan di Bangkalan sudah melebihi target yang ditentukan. Dalam sehari, produksi ikan di Banyu Sangkah bisa mencapai hitungan hampir 3 hingga 5 ton. “Itu tangkapan ikan nelayan yang ada di Banyu Sangkah. Lainnya masih kecil,” tandasnya. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *