Rawan Terpapar Covid-19, Agroeduwisata Bangjani Ditutup

  • Whatsapp
Beberapa orang berada di Agroeduwisata Bangkalan Sejahtera Petani (Bangjani) di Desa Langkap Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan. (Foto: Helmi Yahya)

KABAR BANGKALAN | Peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, mengakibatkan sejumlah kegiatan lumpuh. Utamanya, kegiatan yang menyebabkan kontak langsung antar perorangan atau kelompok. Bahkan, tidak hanya di bidang pendidikan, sektor wisata juga merasakan dampak persebaran virus tersebut.

Salah satunya,  Agroeduwisata Bangkalan Sejahtera Petani (Bangjani). Lantaran, tidak ingin beresiko terpapar Covid-19 lokasi  tersebut terpaksa ditutup. Hal ini diungkapkan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan dan Evaluasi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Bangkalan C. Henry Kusumas Karyadinata, Kamis (10/6/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, akhir pemberlakuan penutupan belum bisa dipastikan. Sebab melonjaknya kasus Covid-19 di daerah yang identik dengan kota Dzikir dan Sholawat tidak bisa diprediksi.

”Kebun Bangjani tutup sementara hingga ada pengumuman lebih lanjut mengenai pengoperasiannya kembali,” ujarnya.

Padahal, sebelumnya jumlah kunjungan cukup meningkat. Bahkan, jumlah pengunjung Bang Jani selama pertengahan April hingga Mei mencapai ribuan orang.

”Mulai Rabu (14/4) hingga Minggu (23/5) ada 5.965 orang. Tapi dengan kondisi yang tidak memungkinkan seperti ini terpaksa ditutup,” paparnya.

Jumlah kunjungan setiap harinya mengalami tren positif atau peningkatan yang signifikan. Tetapi pengoperasian wisata tersebut, kembali tidak bisa dikunjungi.

“Wisata ini sudah mulai digemari, tapi memang harus ditutup agar tidak menimbulkan resiko terpapar virus,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bangkalan Moh Hasan Faisol memaparkan, semua wisata yang memiliki resiko keramaian harus diperketat penjagaannya. Bahkan, jika memang kondisi mengkhawatirkan bisa saja wisata harus ditutup.

“Saat ini situasinya memang sulit, jadi semua sektor wisata harus lebih diperketat lagi,” responnya.

Menurutnya,  wisata Bangjani yang memang menjadi pengelolaan dinas pertanian sudah bisa menarik banyak pengunjung. Sehingga jika dibiarkan tetap dibuka tentu nanti akan menyebabkan kerumunan.

“Saya kira ditutup juga menjadi solusi yang baik, untuk menekan persebaran Covid-19 di Bangkalan,” pungkasnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *