Empat Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Bangkalan Mulai Penuh

  • Whatsapp
MULAI PENUH: Pasien Covid-19 di tempat isolasi rumah karantina Balai Diklat milik BKPSDA Bangkalan sudah terisi 80 persen.

KABAR BANGKALAN | Kegiatan rapid tes atigen dan swab polymerase chain reaction (PCR) yang masih dilakukan sejak 6 Juni 2021 di Bangkalan, hingga saat ini, Minggu (13/6/2021), masih menemukan warga yang terinfeksi Covid-19.

Kegiatan itu dilakukan baik melalui penyekatan maupun pelacakan melalui mobil swab PCR. Akibatnya, tiga tempat isolasi yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mulai penuh.

Bacaan Lainnya

Empat tempat itu yakni rumah karantina di gedung Balai Diklat, Balai Pelatihan Kerja (BLK), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan dan gedung BPWS di akses Suramadu. Rata-rata tempat tidur yang disediakan di tiga tempat itu sudah terisi lebih dari 60 persen.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengatakan, bahwa dalam rentang 14 hari terakhir, terhitung dari tanggal 29 Mei sampai dengan 11 Juni 2021, terjadi lonjakan kasus yang signifikan.

“Terutama di Minggu terakhir, dari 36 kasus naik menjadi 382 dengan sebaran tertinggi di Kecamatan Arosbaya, Kecamatan Klampis, Kecamatan Geger dan Kecamatan Bangkalan,” katanya.

Untuk kasus meninggal mengalamu kenaikan di pekan ke-22. Dari 4 kasus menjadi 29 kasus. Sedangkan kasus kesembuhan mengalami kenaikan di tanggal 10 Juni 2021.

Pria dengan sapaan Ra Latif ini menjelaskan, bahwa bed occupancy rate (BOR) RSUD Syamrabu hingga 11 Juni 2021 mencapai 79 persen. Kapasitas tempat tidur yang kini mencapai 150 bed itu, sudah terisi 119 pasien Covid-19. Tempat tidur itu digunakan bagi pasien Covid-19 dengan gejala yang membutuhka faislitas ICU, HCU, ventilator dan HFNC.

Untuk kapaitas Balai Diklat dengan BOR 81 persen. Tempat tidur yang disediakan sebanyak 74 bed dan sudah terisi sebanyak 60 orang yang digunakan oleh pasien dengan status orang tanpa gejala (OTG) Covid-19.

Sementara itu, tempat lainnya yakni BLK dengan kapasitas tempat tidur 50 bed. Namun, yang terisi masih 10 persen atau terpakai 5 bed saja. Di mana tempat isolasi itu digunakan untuk karantina pekerja migran Indonesia (PMI).

“Kami juga mendapatkan dukungan di rest area gedung BPWS Suramadu dengan penyediaan 60 bed, yang kini terisi sebanyak 60 persen atau 36 orang,” ungkap Ra Latif.

Terpisah, Ketua Satgas Covid-19 RSUD Syamrabu Bangkalan dr Catur Budi Keswardiono mengungkapkan, lonjakan ini terjadi dimulai akhir Mei lalu. Dia menjelaskan, kasus baru ini berbeda dengan kasus awal wabah Covid-19.

Jika tahun 2020 lalu, pasien yang terinfeksi Covid-19 rata-rata dengan gejala OTG. Kini pasien datang ke rumah sakit sudah kritis atau berat. Bahkan, tidak sampai dua hari di rumah sakit sudah meninggal.

Kalau dulu itu banyak tapi tidak berat. Sekarang ini banyak juga berat-berat semua kondisi pasien. Mau ada komorbid atau tidak cenderung berat semua, sama. Usia muda pun ada yang berat,” jelasnya.

Kenaikan itu, menurutnya, sangat disignifikan. Pasien kebanyakan berdomisili dari Kecamatan Arosbaya. Sehingga, pihaknya sempat kewalahan membuka ruang untuk pasien Covid-19. Sebab, layanan kesehatan rumah sakit juga menerima pasien umum.

Tetapi, kini dengan tambahan tempat tidur lagi, semua pasien sudah terdistribusi ke ruangan dan tidak stagnan di IGD lagi.

“April kemarin itu kami hanya merawat 6 pasien saja. Kami hanya menyediakan satu ruang utama saja dengan 23 tempat tidur,” tutur dokter spesialis paru-paru itu.

Namun pada akhir Mei, satu ruang utama yang dibuka penuh dan pihaknya harus membuka ruang lainnya dengan jumlah tempat tidur 16 bed. Tetapi selang dua har,i dua ruangan tersebut langsung penuh. Sehingga, pihaknya membuka ruang lagi.

“Ruang ketiga sampai 76 itu dalam waktu 3 hari berturut-turut juga langsung penuh. Hingga kami sediakan 90 tempat tidur waktu itu,” pungkas Catur. (ina/waw)


PERKEMBANGAN LONJAKAN COVID-19 DI BANGKALAN

7 JUNI 2021

Akses Suramadu

* 1.334 sampel, reaktif 28 orang

* Hasil tes swab PCR, 20 terinfeksi Covid-19

Pelabuhan Kamal

* 105 sampel, empat orang reaktif

* Hasil swab PCR nihil

MOBIL PCR

  • Deteksi 366 orang di wilayah Kecamatan Arosbaya, Klampis dan Geger
  • 173 orang terinfeksi Covid-19

8 JUNI 2021

Akses Suramadu

* 1.141 sampel, reaktif 13 orang

* Swab PCR, 12 orang terinfeksi Covid-19

Pelabuhan Kamal

  • 256 sampel
  • Hasil Swab PCR nihil

9 JUNI 2021

Akses Suramadu

  • 205 sampel, 18 orang reaktif
  • Hasil swab PCR, 10 orang terinfeksi Covid-19

Pelabuhan Kamal

* 144 sampel, 6 orang hasilnya reaktif

* Hasil swab PCR nihil

10 JUNI 2021

Akses Suramadu

  • 386 sampel, 7 orang reaktif
  • Hasil swab PCR, 7 orang terinfeksi Covid-19

Pelabuhan Kamal

  • 188 sampel, 4 orang reaktif
  • Hasil swab PCR, 4 orang terinfeksi Covid-19
  • JUNI 2021

Akses Suramadu

  • 676 sampel, 11 orang reaktif
  • Hasil swab PCR masih menunggu

Pelabuhan Kamal

  • 88 sampel, dua orang reaktif
  • Hasil swab PCR masih menunggu

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *