Lonjakan Kasus Covid-19 Diisukan akibat Vaksin, Legislator Jatim Beri Saran

  • Whatsapp
IMUN: Pekerja publik yang diberikan suntik vaksin tahap satu di Pendopo Agung Pemkab Bangkalan, Sabtu (12/6/2021).

KABAR BANGKALAN | Kegiatan vaksinasi di Banglalan masih jauh dari separuh jumlah penduduk sebanyak 1,05 juta jiwa. Meski kegiatan vaksinasi di Bangkalan sudah mencapai 67 persen, namun, persentase tersebut hanya dari jumlah vaksin yang diterima, yakni. sebanyak 79.240 dosis.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo mengakui hal tersebut. Sebab kemampuan tenaga kesehatan (nakes) yang melakukan vaksinasi rata-rata di setiap puskesmas hanya 200 sampai 250 orang. Kata dia, sebenarnya pihaknya telah menpunyai program untuk memaksimalkan vaksinasi di Bangkalan.

Bacaan Lainnya

“Namun karena situasi dan kondisi, kami mau melaksanakan program itu. Wabah Covid-19 sudah melonjak duluan,” kata Sudiyo.

Kondisi itu terungkap saat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito meninjau serbuan vaksinasi Covid-19 di Bangkalan, Sabtu (12/6/2021).

Kendati dalam kondisi demikian, kata lelaki yang kerap disapa Yoyok ini, lonjakan kasus duluan itu tidak menurunkan niatnya menjalankan program vaksinasi di Bangkalan. Program tersebut tetap berjalan dengan nakes yang masih aman harus tetap bekerja. Tetapi, progran tersebut masih terkendala rendahnya kesadaran masyarakat untuk mau divaksin.

“Peran serta menyadarkan masyarakat harus digalakkan. Karena peran serta mereka masih lemah, katanya tidak butuh vaksin dan lain-lainnya,” tutur Yoyok sembari mengaku telah menyediakan 26.584 stok dosis vaksin untuk 15.200 warga.

Pada Sabtu (12/6/2021) lalu, pihaknya telah menggelar vaksinasi massal terhadap 1.750 masyarakat di Bangkalan. Sasarannya adalah masyarakat umum dan pekerja publik yang lansia dan pra-lansia.

“Vaksin massal sebagian besar dari Kecamatan Kota (Bangkalan, red), mayoritas yang kami prioritaskan pekerja publik dari guru SMA/SMK sebanyak 500 orang. Sisanya komunitas masyarakat seperti pedagang di pasar dan pemilik ruko atau toko di Bangkalan,” jelas Yoyok.

Menanggapi minimnya kesadaran masyarakat untuk ikut vaksin, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur M. Nasih Aschal menyampaikan bahwa masyarakat Bangkalan sejatinya merupakan masyarakat yang patuh pada ketentuan yang dibuat oleh pemerintah.

“Tetapi masyarakat itu kadang mendapatkan informasinya tidak menyeluruh, baik dalam wabah Covid-19 ini maupun vaksin,” terangnya.

Dia juga menyayangkan adanya isu yang mencuat dimasyarakat yakni lonjakan Covid-19 di Kecamatan Arosbaya akibat vaksin. Kata dia, informasi tersebut harus segara ditanggapi dan diluruskan oleh Pemkab Bangkalan.

“Kami dorong baik Pemkab Bangkalan dan Pemrov Jatim agar didorong bisa mengatasi hal tersebut,” tandasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *