PT KAI Akui Sewakan Lahan ke Warga, Rentan Ganggu Rencana Percepatan Pembangunan Madura

  • Whatsapp

KABAR BANGKALAN | Lahan pengembangan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan dikontrakkan. Lahan, yang merupakan aset negara tersebut ditempati oleh warga dengan bangunan rumah atau toko yang bersifat permanen. Padahal, jika menyesuaikan Peraturan Presiden (PP) Nomor 80 tentang Percepatan Pembangunan, kondisi itu cukup mengkhawatirkan.


Salah satu warga yang mengontrak di lahan PT KAI Vivi mengaku, sudah dua tahun menempati lahan yang dikontrak dari salah satu tokoh masyarakat di Desa Gili Anyar. “Saya memang sudah 2 tahun ngontrak di sini, tapi tidak pernah didatangi pihak dari PT KAI,” ujarnya, Minggu (13/6/2021).

Bacaan Lainnya


Menurutnya, setiap tahun sudah membayar Rp5 juta. Sehingga, lahan yang disewakan sudah berdiri warung kopi, lengkap dengan penginapan di belakang warungnya. Dengan demikian, perlu dikaji ulang jika memang akan ada larangan menempati lokasi tersebut. “Ini kalau dibiarkan, saya kira kami yang ngontrak tidak akan mau meninggalkan bangunannya,” tuturnya.
Penyewa lainnya yang juga menempati lahan tersebut, Susi Astuti, juga mengakup sudah membayar kontrak sebesar Rp7 juta. Perempuan yang merupakan penjual bakso ini, sudah setahun lebih menempati lokasi tersebut. “Awalnya saya diminta Rp8 juta, tapi saya tidak mau,” uangkapnya.


Sementara itu, Humas PT KAI Dalops wilayah 8 Surabaya Lukman Hakim membenarkan adanya lahan yang dikontrakkan mulai dari Kamal hingga Bangkalan. “Iya memang saya kontrakan, karena itu lahan pengembangan,” paparnya.


Lukman juga menegaskan, dana yang diberikan oleh pengguna lahan akan diberikan kepada negara. Sehingga, tidak menjadi praktik ilegal. “Ini kan lahan negara, jadi uangnya untuk negara,” ulasnya.

Disinggung mengenai aturan larangan adanya bangunan yang berada di atas lahan PT KAI, dirinya menyatakan diperbolehkan, asalkan penyewa tertib mengurus izin, dan menyetujui sesuai kontak awal.

“Kalau kontrak dan izin, tentu boleh, tapi kalau dijual tidak mungkin, karena itu aset negara,” tukasnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *