Sempat Dilumpuhkan Sebaran Covid-19, Layanan Publik di Bangkalan Kembali Buka

  • Whatsapp
DIBUKA KEMBALI: Pemohon pengurusan administrasi kependudukan (Adminduk) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Bangkalan dibatasi.

KABAR BANGKALAN | Lonjakan kasus baru Covid-19 cukup pada pelayanan publik. Seperti, pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di Dinas Penduduk dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Bangkalan yang ditutup selama seminggu. Yakni,  sejak Senin (7/6) hingga Senin (14/6). Bahkan, di Kecamatan Arosbaya yang menjadi episentrum persebaran Covid-19 dihentikan sementara.

“Alhamdulillah sudah bisa bekerja lagi, setelah seminggu dilakukan penutupan aktivitas perekaman elektronik kartu tanda penduduk (e-KTP). Tapi kami memberikan aturan baru, pemohon pengurusan administrasi hanya 50 persen, biasanya mencapai 200 orang, hari ini terhitung hanya 30 orang,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Identitas Dispendukcapil Bangkalan Agus Suharyono, Senin (14/6/2021).

Menurutnya, selain batasan pemohon juga membatasi jam pelayanan. Jika biasanya mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, untuk sementara jam pelayanan hanya sampai pukul 12.00 WIB. “Iya, batasan waktu pelayanan kami tutup jam 12.00 WIB. Selama pembatasan ini, kami belum ada rencana untuk mengalihkan pengurusan adminduk dari tatap muka ke online,” jelasnya.

Terpisah, Camat Arosbaya Imam Mahmud mengungkapkan, selama lonjakan Covid-19 layanan di kecamatan sementara dihentikan. Sebab, kondisi di Arosbaya masih belum memungkinkan untuk melakukan kegiatan secara tatap muka. Yakni, masih ada masyarakat yang terinfeksi atau terpapar Covid-19.

“Jadi, kami menjaga teman-teman dan staf yang bekerja di kantor kecamatan agar tidak terinfeksi juga. Minimal sampai kondisi disini melandai, kami belum bisa memastikan. Kalau situasi tidak gawat akan kami buka lagi pelayanan,” tuturnya.

Dia berharap, agar masyarakat Arosbaya yang akan mengurus pelayanan adminduk bisa langsung ke Dispendukcapil Bangkalan. Namun, untuk pelayanan lain yang harus dari kecamatan setidaknya masyarakat bersabar terlebih dulu hingga kasus Covid-19 melandai. “Masyarakat sudah kami arahkan. Lagi pula sekarang setiap desa sedang melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis skala mikro (PPKM Mikro),” tandasnya.

Diketahui, per tanggal (13/6/2021) pasien dari Kecamatan zona merah yang menjadi episentrum yakni Kecamatan Arosbaya bertambah 10 orang. Sedangkan, Kecamatan Klampis bertambah 20 orang, Kecamatan Geger satu orang dan Kecamatan Bangkalan 12 orang. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *