Warga Terpapar Covid-19 Varian Delta India dari Hasil Penyekatan Suramadu

  • Whatsapp
TERUNGKAP JUGA: Gubernur Jatim Khofifah Indra Parawansa umumkan dua warga Bangkalan terinfeksi varian B61712 saat memberi arahan protkes pada tokoh agama di Bangkalan.

KABAR BANGKALAN | Teka teki adanya dugaan varian baru yang menginfeksi pasien Covid-19 dari Bangkalan, akhirnya dibenarkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Selasa (15/6/2021), Khofifah mengumumkan bahwa varian baru yang muncul di Bangkalan itu adalah jenis dari India B6127. Total ada 3 orang yang terinfeksi, dua orang beridentitas asli Bangkalan satu orang ber-KTP Bojonegoro.

Bacaan Lainnya

Temuan varian baru itu diketahui usai ketiganya terjaring penyekatan yang dilakukan di area akses Jembatan Suramadu. Ketiganya hendak menuju Surabaya dari arah Bangkalan. Usai hasil swab dinyatakan reaktif, kemudian dilanjut dengan tes swab PCR dengan hasil terinfeksi Covid-19.

Ketiganya diobservasi lebih lanjut di rumah sakit penyangga Surabaya, yakni Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI), Surabaya.

“Pagi-pagi saya ditelepon oleh pak Rektor Unair (Mohammad Nasih, red), bu ada tiga yang terkonfirmasi Delta India,” katanya, Selasa (15/6/2021).

Saat ini pihaknya masih menunggu hasil lagi dari 24 pasien Covid-19 yang juga diduga terinfeksi varian baru Delta India tersebut. Saat ini prosesnya sedang menunggu hasil pemeriksaan genome sequencing-nya. Varian Delta India tersebut kini telah diberi kode B61712.

Ketiga pasien yang terinfeksi tersebut bukan berasal dari pekerja migran Indonesia (PMI). Khofifah menyimpulkan bahwa varian baru ini berasal dari transmisi lokal. Untuk itu dia meminta agar lebih waspada lagi. Sebab pasien ini berstatus orang tanpa gejala (OTG) dan mobilitasnya bisa sangat aktif.

“Keduanya yang ber-KTP di Bangkalan dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI), Surabaya dan satunya dirawat di rumah sakit Bojonegoro karena identitasnya asli dari sana. Tetapi berangkatnya dari Bangkalan,” jelas Khofifah.

Khofifah juga mengaku telah menyampaikan temuan itu pada BNPB, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tujuannya agar lebih berhati-hati secara kolektif.

Selain itu, Koordinator Tracing Pemprov Jawa Timur dr Kohar Hari Santoso juga telah diperintah untuk melacak pihak-pihak yang terkonfirmasi kontak erat dengan pasien.

Namun dari hasil koordinasinya, dia belum bisa melakukan strategi tindak lanjut yang lebih spesifik, lantaran yang ditemukan merupakan varian baru kategori Delta India. Kendati demikian, langkah yang akan diambilsaat ini yakni memaksimalkan pengembangan vaksinasi.

“Saya sudah mengantongi resep vaksin A kebal varian apa, vaksin B kebal varian apa dan lainnya,” ungkap mantan menteri sosial ini.

Diungkapkan pula bahwa dua pasien yang dirawat di RSLI ini kondisinya stabil. Karena memang berstatus OTG. Meski kondisinya kini stabil, dia meminta para dokter untuk tetap waspada, karena hasil sequencing-nya ada varian baru ini.

Sementara dari catatan Dinkes Jawa Timur, kini ada sekitar 300 orang Bangkalan yang dirawat di RSLI.

Untuk mendeteksi varian tersebut tidaklah mudah. Di Surabaya, baru bisa dilakukan Institute Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair), karena harus dengan keahlian tertentu dan perawatan tertentu. Artinya, pemeriksaan ini bukanlah sesuatu yang sederhana untuk dideteksi.

“Ilmu ini ilmu baru dan butuh waktu, berbeda dengan swab PCR yang pemeriksaannya hanya 4 sampai 5 jam selesai dan diketahui hasilnya. Tetapi untuk delta ini sedikit alatnya, sedikit yang tahu dan punya ilmu itu. Jadi itu tidak bisa satu atau dua hati saja,” ungkap Khofifah

Dalam waktu dekat ini, pihaknya menyiapkan tempat isolasi terpadu khusus di gedung BPWS sisi Bangkalan. Hasil rapid tes antigen yang reaktif akan diisolasi di lokasi itu, begitu pula warga yang mendapat hasil swab PCR terinfeksi Covid-19.

“Insyaallah 3 hari lagi akan siap dipakai. Satu ruangan bisa menampung sampai 100 orang. Di mana di sana ada 8 ruangan. Tapi nanti akan bertahap,” tutup Khofifah.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengaku belum menerima laporan lebih detail mengenai tiga orang Bangkalan yang terinfeksi varian baru Covid-19 tersebut. Utamanya laporan tertulis dari wilayah kecamatan mana saja.

Tetapi dia menegaskan bahwa ketiganya bukan dari PMI, melainkan dari warga lokal. Langkah selanjutnya yang bisa diambilnya akan dilakukan tracing, treatment dan testing (3T).

“Yang pasti ada tiga orang dari Bangkalan, tidak disebutkan alamat. Oleh karena itu kami tetap meminta masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan (protkes),” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim dr. Joni Wahyuhadi mengungkapkan, varian baru Delta India ini lebih berat dari Covid-19. Varian ini disebut dapat menular 60 hingga 80 persen lebih besar dari pada varian Covid-19 asal Wuhan.

“Jadi hati-hati, pakai masker, hindari kerumunan dan jaga jarak. Pastinya hal ini menyebabkan lonjakan pasien dari Madura,” ujarnya.

Kasus ini memang dibawa oleh orang Madura, yakni warga Bangkalan. Saat ini pihaknya sedang melacak siapa saja yang berhubungan atau memiliki kontak erat dengan pasien varian baru itu untuk dilakukan tes swab PCR dan isolasi.

Mengneai ancaman kematian dari virus Covid-19 varian baru ini, kata dia, sangat berkaitan dengan besarnya pasien. Semakin banyak pasien, semakin banyak tertular, semakin besar pula tingkat kematiannya.

“Penyakit ini merupakan oenyakit individual. Artinya semisal si A tertular pasien Covid-19 dari si B dan berlanjut ke si C, masing-masing belum tentu bisa meninggal, atau malah si C yang meninggal,” kata dr. Joni yang juga menginformasikan banyak kasus baru di Bangkalan yang saat ini dirawat di ICU rumah sakit Dr Soetomo, Surabaya. (ina/waw)

TEMUAN TEKA TEKI DUGAAN VARIAN BARU

  • Muncul jenis B6127, di Bangkalan, varian dari India
  • Dapat menular 60 hingga 80 persen dari varian Covid-19 asal Wuhan
  • Di Surabaya, baru bisa dideteksi Institute Tropical Disease (ITD) Unair
  • Infeksi 3 orang beridentitas ber-KTP Bangkalan dan Bojonegoro
  • Kondisinya pasien stabil, masuk kategori OTG
  • Kini sekitar 300 warga Bangkalan yang dirawat di RSLI

FAKTA-FAKTA

  • Bukan berasal dari pekerja migran Indonesia (PMI)
  • Disimpulkan dari transmisi lokal
  • Berstatus OTG dan mobilitas ketiganya bisa sangat aktif

KRONOLOGI

  • Terjaring penyekatan di Suramadu saat hendak ke Surabaya dari Bangkalan
  • Hasil swab dinyatakan reaktif
  • Hasil tes swab PCR dengan hasil terinfeksi Covid-19
  • Diobservasi di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI), Surabaya

LANGKAH LANJUTAN

  • Masih 24 pasien Covid-19 yang juga diduga terinfeksi varian baru Delta India
  • Saat ini prosesnya sedang menunggu hasil pemeriksaan genome sequencing
  • Sedang dilacak pihak-pihak yang terkonfirmasi kontak erat dengan pasien
  • Disiapkan tempat isolasi terpadu khusus di gedung BPWS sisi Bangkalan
  • Pasien reaktif dan terinfeksi Covid-19 langsung diisolasi di gedung BPWS sisi Bangkalan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *