Bantuan Bumil di Bangkalan Hanya Rp700-Rp950 Ribu per Orang

  • Whatsapp
LAYANAN KESEHATAN: Pasien sedang mengantri di ruang administrasi di salah satu puskesmas Kabupaten Bangkalan.

KABAR BANGKALAN | Bantuan jaminan persalinan (jampersal) di Bangkalan dianggarkan Rp2,6 miliar. Bantuan tersebut, untuk biaya ibu hamil (bumil) yang tidak mampu dan tidak menerima bantuan lainnya. Setiap bumil, akan diberikan bantuan sebesar Rp700 ribu hingga Rp950 ribu tergantung proses persalinannya. Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Keluarga dan Gizi Masyarakat (KGM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Zuhdi, Rabu (16/6/2021).

Menurutnya, terdapat beberapa pelayanan jampersal.  Mulai dari persalinan normal, persalinan dengan penyulit dan transport rujukan. Sedangkan, jenis pelayanannya berupa fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FPKTP). Yakni, puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan ketentuan bumil tidak menjadi peserta dari Badan Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan (BPJS).

“Jadi bumil yang mendapatkan jampersal bisa dari luar Bangkalan.  Artinya, masyarakat yang tinggal di Bangkalan, namun ber KTP di luar Bangkalan juga boleh,” ujarnya.

Dia menuturkan, sesuai dengan peraturan bupati (perbup) di rumah sakit yang memberikan fasilitas jampersal hanya RSUD Syamrabu. Sedangkan, bantuan persalinan tidak bisa digunakan untuk rumah sakit swasta atau bidang. “Bagi yang normal Rp700 ribu, bumil dengan penyulit atau resiko tinggi (resti) sebesar Rp950 ribu,” tuturnya.

Perbedaan pembiayaan yang diberikan pemerintah ini, sesuai dengan kesulitan pada saat melahirkan. Apabila, mempunyai resti membutuhkan perawatan tambahan seperti harus diinfus, proses persalinannya lama, bayi butuh oksigen dan obat-obatan. Bahkan, dari program tersebut juga ada jenis pelayanan lain berupa rumah tunggu kelahiran.

“Dari puskesmas ke rumah sakit sesuai dengan jarak tempuh juga berpengaruh. Yakni, akan diberikan fasilitas akomodasi berupa rumah tunggu akomodasi. Nanti, jatah makan, air dan listrik akan ditanggung. Bantuan ini, tujuannya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi,” paparnya. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *