Warga Bangkalan Pertanyakan Santunan Korban Covid-19

  • Whatsapp
SWAB: Keluarga korban akibat Covid-19 di Bnagkalan, berharap ada santunan seperti tahun 2020 kemarin.

KABAR BANGKALAN | Pandemi Covid-19, semakin mengusik kehidupan masyarakat Kabupaten Bangkalan. Pasien yang meninggal akibat terkonfirmasi positif kian meningkat. Namun, hingga saat ini ahli waris belum bisa mendapatkan santunan. Hal ini diungkapkan salah satu ahli waris korban pandemi Covid-19 Desa Arosbaya Syaiful Anam, Kamis (17/6/2021).

Menurutnya, meski sudah lama keluarganya meninggal akibat Covid-19, belum juga ada informasi tentang pengajuan bantuan santunan. Padahal, adanya bantuan sangat dibutuhkan bagi korban pandemi terlebih terhadap keluarga korban. “Kami juga sangat kesulitan dan keberatan, makanya kami juga mengharapkan bantuan itu,” kesalnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan Wibagyo mengatakan, untuk tahun 2021 bantuan terhadap korban Covid-19 yang meninggal belum bisa dilakukan usulan. Meski,  pasien yang meninggal akibat terpapar Covid-19 sudah banyak. “Kami masih koordinasikan, karena memang sepertinya tidak dianggarkan,” responnya.

Sebelumnya, ahli waris atau keluarga dari pasien yang meninggal karena terpapar Covid-19 di tahun 2020 mendapatkan santunan berupa uang. Pihaknya menuturkan, untuk pengajuan usulan baru tahun ini, di masa kembali mewabahnya virus corona masih tersendat. ”Menunggu surat resmi dari provinsi, kami masih akan mencoba terus,” janjinya.

Sebanyak 63 ahli waris yang diajukan, lantaran keluarganya meninggal akibat Covid-19 di tahun 2020 tidak secara keseluruhan memperoleh santunan. Hanya tersalurkan pada 61 penerima. “Untuk dua ahli waris lainnya, tidak bisa menerima santunan tersebut, karena tidak ketemu,” ungkapnya.

Dari total data yang diterima dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkalan ada sebanyak 66 ahli waris yang seharusnya menerima santunan. Tiga diantaranya, mendapatkan bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan besaran Rp15 juta untuk satu keluarga.

“Sedangkan 61 lainnya mendapatkan dari Pemerintah Provinsi Jatim (Pemprov Jatim). Semuanya sudah diberikan, semoga tahun ini bisa mendapatkan bantuan lagi,” tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan meminta agar Dinsos  terus mengupayakan dan mengkomunikasikan anggaran santunan tersebut. Sebab, keluarga yang meninggal seharusnya mendapatkan dana bantuan. “Mereka sudah kehilangan keluarga, dan sudah semestinya beban mereka diringankan,” sarannya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *