Kemenag Waspadai Klaster Santri Covid-19

  • Whatsapp

KABAR BANGKALAN | Tingginya pasien Covid-19 dan munculnya kluster baru di Bangkalan, berdampak pada beenagai bidang sektor. Salah satunya yakni pada ranah lembaga pendidikan keagamaan di pondok pesantren.

Untuk mencegah adanya kluster baru, para santri di Bangkalan akan diperiksa menggunakan tes GeNose, yakni mengembuskan napas ke sebuah alat berbentuk tabung, untuk mendeteksi VOC dalam napas ada tidaknya yang bisa menandakan Covid-19. Namun vaksinasi kepada para santri juga mulai dilakukan.

Bacaan Lainnya

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan Abd Haris mengatakan, kebijakan yang dia ambil selama kenaikan kasus Covid-19 disesuaikan dengan surat edaran (SE) dari Kemenag Nomor 281.5 Tahun 2020 Tentang Upaya Pencegahan Penyebaran Wabah Covid-19.

Para santri dilarang keluar dari pondok dan dijenguk oleh orang tua atau wali. Selain itu, pihaknya meminta agar setiap pondok diperketat, utamanya mendeteksi siapa saja yang keluar masuk di lingkungan ponpes.

“Kebijakan kami sesuaikan dengan SE itu,” katanya, Selasa (22/6/2021).

Sementara menurut anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Moh Nasih Aschal, untuk mencegah kluster di lingkungan ponpes, pihaknya akan mengajukan pemeriksaan GeNose kepada para santri di Bangkalan. Lalu beberapa pondok pesantren melakukan vaksinasi Covid-19.

“Sementara masih 100 santri yang sudah divaksinasi, untuk yang lain akan bertahap,” ujar pengasuh Ponpes Syaikhona Kholil Bangkalan itu.

Dia menargetkan seribu santri dapat divaksinasi. Namun, hal tersebut akan disesuaikan dengan syarat usia minimum penerima vaksin. Sebab, tidak semua santri yang berada di ponpes usianya lebih dari 18 tahun.

“Di pondok rata-rata banyak yang masih di bawah umur, jadi kami sesuaikan. Kalau misal usianya sesuai kriteria akan divaksin,” jelasnya.

Mengenai rencana usulan pemeriksaan GeNose, saat ini pihaknya sedang melakukan koordinasi untuk melakukan tes GeNose pada ribuan santrinya. Hal ini sebagai langkah deteksi dini. Menurutnya, selama lonjakan Covid-19 di Bangkalan meningkat, belum ada kluster ponpes di Bangkalan.

“Alhamdulillah tidak ada kluster di ponpes, semoga akan terus aman,” tutupnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *