14 Ponpes Tidak Menerima OPOP

  • Whatsapp

KABAR BANGKALAN | Program peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis pondok pesantren (ponpes) di Bangkalan mulai diumumkan. Dari 18 pesantren yang mengajukan, hanya 4 ponpes yang memperoleh program One Pesantren One Product (OPOP) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan Hamidah, Rabu (23/6/2021).

Menurutnya, dilakukan seleksi terhadap belasan ponpes. Sebanyak 14 ponpes belum memenuhi kesiapan produk. Sehingga, hanya 4 ponpes yang memperoleh dana dari Pemprov Jatim.  “Kuota dari Pemprov emang diambil empat ponpes. Karena, mayoritas ponpes tidak memiliki produk unggulan yang akan diajukan ke Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan, pada dasar pengajuan produk unggulan ponpes cukup banyak. Mulai dari produk air minum, kue, kripik jamur, tahu, budidaya ikan lele, konveksi, tusuk sate dan lainnya. Hanya saja, tidak semua ponpes lolos seleksi dari berbagai pengajuan produknya. “Tahun 2019 ada 10 ponpes, tahun 2020 ada 3 ponpes dan tahun 2021 ada 4 ponpes. Insyaallah yang sudah siap bisa didanai,” jelasnya.

Di Bangkalan,  ada 145 ponpes.  Sejak tahun 2019 hingga 2021 terdapat 17 ponpes yang menerima bantuan program OPOP. Sedangkan, empat ponpes  penerima OPOP tahun 2021, masing-masing Ponpes Al Falah Assalafi Al Kholili, Al Furqon,s Raudlatul Falah dan Ponpes Miftahul Ulum Al Hamidiyah.  “Untuk besaran bantuan OPOP per ponpes kami belum tau,” tuturnya.

Melalui program tersebut, dia meminta agar dana tersebut dimanfaatkan secara maksimal. Terutama, dalam pengembangan produknya. Sehingga, mampu memenuhi kebutuhan lembaga secara mandiri.  “Dengan adanya program ini, ponpes diharapkan menjadi pondok yang mandiri,” tandasnya. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *