Rumah Sakit Bangkalan Kesulitan Dapat Donor Plasma Darah

  • Whatsapp
SEPI: Minim pendonor dari penyintas pasien Covid-19, UTD PMI Bangkalan kesulitan menggelar giat donor darah sendiri.

KABAR BANGKALAN | Kebutuhan plasma darah atau plasma konvalesen (PK) sulit didapatkan oleh Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Bangkalan. Sejauh ini hanya 14 orang yang baru melakukan pendaftaran donor darah PK.

Sementara, donor PK saat ini sangat dibutuhkan oleh pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Pendonornya adalah penyintas pasien Covid-19 yang sudah sembuh.

Bacaan Lainnya

Karena tidak memiliki alat sendiri, UTD PMI Bangkalan bekerja sama dengan UPT PMI Kota Surabaya untuk melakukan giat itu. Karena jika hanya 14 orang yang mendaftar jadi pendonor PK, barulah UTD PMI Bangkalan bisa melakukan kegiatan itu sendiri. Bagi penyintas yang ingin mendonorkan darahnya, difasilitasi ke Surabaya.

Sebab, untuk bisa melaksanakan giat donor plasma, jumlah pendonor harus 30 sampai 50 orang atau sampling. Dari ribuan pasien Covid-19 di Bangkalan yang sembuh, eks pasien masih minim untuk melakukan donor darah.

“Kami mau adakan donor PK di kantor, rencananya kami mau jadwalkan minggu pertama atau kedua bulan Juli. Sampai kuota terpenuhi,” kata Kepala UPT PMI Bangkalan Achmad Aziz melalui Koordinator UDD PMI Bangkalan Muhammad Syariif Husein, Senin (27/6/2021).

Lelaki yang biasa disapa Asep itu berharap, untuk penyitas Covid-19 yang mempunyai gejala ringan maupun berat, diharapkan bisa mendonorkan plasmanya. Sebab, banyak yang membutuhkan donor PK.

“Setetes darahmu menyelamatkan mereka,” pesannya.

Sementara itu, Satgas Penanganan Covid-19 RSUD Syamrabu Bangkalan dr Catur Budi Keswardiono mengatakan, rata-rata pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit membutuhkan donor darah PK untuk terapi. Meski tidak semua pasien berhasil ditangani dengan PK, namun beberapa pasien lainnya kondisinya membaik dengan terapi darah PK itu.

“Tidak ada yang bisa memastikan, cuma kondisi pasien yang bisa diterapi menggunakan itu cenderung membaik,” jelasnya.

Selama lonjakan kasus di Bangkalan, kata dia, sudah ada sekitar 100 lebih pasien Covid-19 yang menggunakan terapi itu. Setiap harinya selalu ada pasien Covid-19 yang membutuhkan terapi dengan menggunakan darah PK. Tetapi, tidak semuanya berhasil dan membaik.

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 RSUD Syamrabu Bangkalan, total pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit sudah mencapai 170 orang. Hampir semua pasien menggunakan terapi itu.

Pasien yang bisa menggunakan terapi ini, akan diperiksa di laboratorium mengenai tingkat kedarutannya, termasuk kondisinya. Namun dalam sehari, pasien Covid-19 membutuhkan dua kantong darah PK untuk terapi.

Catur mengakui bahwa tidak selalu bisa mendapatkan darah PK. Sebab, banyak rumah sakit selain Bangkalan yang juga memerlukan itu.

“Masih banyak yang membutuhkan, setiap hari ada pasien yang membutuhkan. Dari 170 pasien yang masih dirawat tidak melulu pasien berat dan ada komorbidnya. Campuran,” ungkap Catur. (ina/waw)

SYARAT PENDONOR DARAH PLASMA KONVALESEN

  1. Usia minimal 18 hingga 60 tahun
  2. Berat Badan lebih dari 55 Kilogram
  3. Diutamakan laki-laki, dan jika perempuan adalah yang belum hamil
  4. Tidak menerima transfusi darah selama 6 bulan terakhir
  5. Memiliki surat keterangan sembuh dari dokter dan bebas keluhan minim 14 hari

– Pendonor darah plasma konvalesen akan mendapatkan satu paket sembako

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *