Rekrutmen CPNS Bangkalan Tanpa Rekrutmen Guru TK/PAUD

  • Whatsapp
REKRUTMEN CPNS: Guru pendidikan anak usia dini di Bangkalan, tidak mendapat formasi pada pengangkatan abdi negara tahun 2021 ini.

KABAR BANGKALAN | Rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (PPPK) dibuka sejak 30 Juni 2021. Dari ratusan formasi yang dibutuhkan, belum semua guru tercover. Terutama, khusus guru taman kanak-kanak dan pendidikan anak usia dini (TK/PAUD) belum masuk rekrutmen tahun ini.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Bangkalan Roosli Soelihariyono melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan dan Pemberhentian Novi Oktafiyanti mengatakan, daerah tidak bisa menentukan formasi. Sebab, turun langsung dari pusat dengan jumlah yang sudah ditentukan.

“Untuk tahun ini guru TK/PAUD memang tidak ada, yang turun dari Menpan formasinya seperti yang sudah diumumkan,” ujarnya, Kamis (1/7/2021).

Menurutnya, pelamar tidak boleh mendaftar di dua formasi. Melainkan, hanya boleh memilih satu jalur pendaftaran. Yakni, antara CPNS atau PPPK. Selain itu, untuk menyiasati agar tidak ada nama pelamar di dua rekrutmen tahun ini, pemerintah menutup pendaftaran CPNS dan PPPK di tanggal yang berbeda. 

“Untuk CPNS mulai 30 Juni hingga 21 Juli 2021. Sedangkan untuk PPPK mulai 30 Juni hingga 14 Juli 2021. Semua tahapan sudah ada di pengumuman website Bangkalan, jadi pelamar harus disiapkan berkas dan mau mendaftar di jalur apa. Karena, syarat dan tahapan CPNS dan PPPK itu berbeda,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Bangkalan Ummu Salama merasa kecewa dengan tidak tercovernya guru TK/PAUD menjadi prioritas rekrutmen CPNS maupun PPPK. Sebab, guru di daerah tidak didominasi oleh pengajar yang mengajar di lini sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

“Guru TK /PAUD ini juga ada yang sudah mengabdi hingga puluhan tahun. Tentunya ini sangat membuat kecewa kami,” kesalnya. 

Bahkan, teman-teman guru TK/PAUD sudah banyak yang mengantongi ijazah linier sesuai dengan bidangnya. Dia berharap, pemerintah bisa memprioritaskan keberadaan guru TK/PAUD. “Karena teman-teman ini, juga membayar mahal biaya kuliahnya. Setelah lulus, tidak ada rekrutmen CPNS atau PPPK, kasian juga kan. Ijazahnya tidak bisa dipakai, jadi ini kan sia-sia. Hanya ada 130 guru yang menjadi PNS di TK/PAUD,” jelasnya. (ina/ito) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *