Hari Pertama PPKM Mikro Darurat, Pedagang Banyak Keluhan

  • Whatsapp
MELANGGAR: Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mendatangi pelaku usaha yang bukanya masih lewat batas jam malam.

KABAR BANGKALAN| Sebelum pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro darurat, tim gabungan penegak disiplin Bangkalan telah mensosialisasikan adanya jam malam. Pelaku usaha harus menutup semua kegiatannya pukul 20.00 malam. Tetapi ketika PPKM mikro darurat hari pertama direalisasikan, masih ada pelaku usaha yang membuka melebihi jam malam.

Hal itu diketahui saat Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron melakukan patroli. Dia mengatakan, lokasi yang cenderung menjadi titik kerumunan seperti di area Pecinan, Toko Pasifik, Swalayan Tom and Jerry serta halaman Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Terlebih, Sabtu (2/7/2021) malam banyak pemuda-pemudi keluar untuk mencari hiburan.

Bacaan Lainnya

“Satu per satu kami sisir, masih ada yang buka alasannya beberapa pedagang dan pemilik warung yang belum mengetahui tentang pemberlakuan jam malam,” ujarnya.

Dia menyampaikan, pada PPKM mikro darurat ini, ada beberapa aturan yang mengacu pada edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan gubernur Jawa Timur (Jatim) yang harus dipatuhi oleh masyarakat. Antara lain, teknisnya pembatasan baik pengunjung maupun jam buka bagi pelaku usaha. Selain itu rumah ibadah dan pasar tradisional juga akan diberlakukan hal sama.

“Pasar tradisional kami batasi 50 persen, pembeli maupun penjual dan rumah ibadah sementara ini ditutup, tidak boleh melakukan keagamaan di masjid atau rumah ibadah lainnya, karena dikhawatirkan dapat menimbulkan kerumunan,” jelas pria dengan sapaan Ra Latif ini.

Kegiatan tatap muka sekolah ditiadakan. Dilakukan secara daring. Untuk perkantoran akan dilakukan work from office (WFO) sebanyak 50 persen. Mengenai pemberlakuan jam malam, diakui banyak pelaku usaha yang mengeluhkan hal itu karena harus buka lebih awal.

“Nanti akan kami laporkan keluhan itu baik ke gubernur Jatim maupun ke Kemendagri. Pedagang kaki lima dan warung-warung kecil memang terdampak. Fenomena tersebut akan kami jadikan bahan evaluasi,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Bangkalan Urip Riyanto menyampaikan, pelaku usaha banyak yang tutup sesuai instruksi bupati mengenai PPKM Mikro darurat.

Untuk para pemilik warung atau cafe yang sudah diperingatkan melalui teguran lisan maupun tertulis, tetapi tetap memaksakan untuk melayani pembeli hingga batas waktu yang ditentukan, maka Pemkab Bangkalan tidak segan-segan untuk mencabut izin usahanya meskipun hanya sementara.

Setiap malam selama PPKM mikro darurat, ditegaskan bahwa patroli gabungan pada malam hari dilakukan secara rutin dengan titik kumpulnya di kantor Kecamatan Bangkalan. Patroli itu akan dilakukan oleh tim gabungan yakni bersama TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP.

“Kurang lebih 1 peleton terdiri dari 40 anggota,” pungkas Ra Latif. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *