ITP Terhambat Akibat Tenaga Penyuluh Terbatas

  • Whatsapp
Ketersediaan tenaga penyuluh pertanian tidak sebanding dengan jumlah desa yang ada di Kabupaten Bangkalan. (Foto: Helmi Yahya)

KABAR BANGKALAN | Ketersediaan petugas penyuluh pertanian di Bangkalan cukup terbatas. Akibatnya, upaya sosialisasi dan informasi teknologi pertanian (ITP) belum tersampaikan secara optimal terhadap petani. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertahorbun) Bangkalan Puguh Santoso, Minggu (11/7/2021).

Menurutnya, terdapat 73 tenaga penyuluh pertanian yang tersebar di berbagai kecamatan. Sedangkan, jumlah terdapat 281 desa. Sehingga, ketersediaan tenaga penyuluh dengan tugas mendampingi para petani  tidak sebanding dengan banyaknya desa di Bangkalan.

Bacaan Lainnya

Padahal, lahan tanah di kota dzikir dan shalawat cukup produktif untuk ditanami padi. Bahkan, banyak tanaman pokok lainnya. Idealnya, setiap satu desa didampingi oleh satu penyuluh.

“Jumlah penyuluhnya hanya puluhan orang, itupun terbagi THL dan pegawai. Jadi masih banyak kurangnya,” tuturnya.

Puguh menjelaskan, berkurangnya penyuluh hampir terjadi pada setiap tahun yang disebabkan akibat faktor usia penyuluh yang semakin menua. Sehingga, penyuluh yang mengabdikan dirinya di bidang pertanian harus pensiun dan meninggal dunia.

“Saat ini, satu penyuluh memegang lima hingga enam desa. Akibatnya, memang kurang maksimal,” keluhnya.

Sedangkan untuk mencukupi kekurangan itu, Puguh mengaku sudah mengusulkan. Bahkan, hampir setiap tahun mengajukan calon tenaga penyuluh sesuai jumlah yang dibutuhkan. Namun demikian, keputusan sepenuhnya berada di pemerintah pusat.

“Kami sudah mengusulkan ke pusat, diterima tidaknya tergantung dari pemerintah pusat,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Sumberdaya Aparatur (BPKAD) Bangkalan Roosli Soeharyono membenarkan, kekurangan tenaga penyuluh. Menurutnya, kerap kali menghambat kinerja dinas.

“Kalau memang kurang, kami siap mengajukan, tapi tidak bisa memutuskan,” terangnya.

Pihaknya juga berharap, agar pengajuan penambahan tenaga penyuluh bisa diterima oleh pusat. Sehingga, tenaga yang sebelumnya kurang bisa lebih terbantu. Bahkan, ada beberapa dinas yang mengajukan tambahan penyuluh, seperti Pertanian, Peternakan, dan juga perikanan.

“Iya pengajuan sudah saya teruskan, tinggal menunggu hasilnya,” tukasnya.  (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *