Pasien Datang ke Rumah Sakit Selalu dalam Keadaan Parah

  • Whatsapp
Setiap hari ada pasien suspek Covid-19 yang masuk rumah sakit, namun sudah dalam kondisi berat. (Foto: Fa'in Nadofatul M.)

KABAR BANGKALAN | Bed occupancy rate (BOR) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan selalu di atas 70 persen. Hal itu mengakibatkan penuhnya pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Lantaran masyarakat akan berobat jika sudah dalam keadaan parah atau berat. Karena keterbatasan ventilator dan oksigen, pihak rumah sakit harus merujuk pasien ke Surabaya.

Bacaan Lainnya

Seperti yang dikatakan Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan dr Nunuk Kristiani, sampai saat ini, penanganan pasien Covid-19 selalu penuh hingga menyebabkan BOR selalu berada di status zona merah atau selalu di atas 70 persen. Sehingga, pasien banyak yang dirujuk ke rumah sakit karena dalam kondisi berat dan butuh penanganan lanjutan.

“Kalau pasien dalam kategori ringan masih bisa kami rawat. Tapi kalau sudah berat, meraka kan butuh alat-alat bantu nafas. Alat bantu nafas ini terbatas,” jelasnya.

Sedangkan pasien dalam kondisi berat dan butuh alat nafas ini tidak semua bisa langsung mendapatkan ruangan. Sebab, masih ada prosedur pemeriksaan seperti swab PCR dan membutuhkan waktu. Kata dia, kalau hanya sekedar dalam kategori ringan dan sedang, bisa langsung diberikan pengobatan karena tidak membutuhkan alat pernafasan yang banyak.

“Kalau ventilator dan oksigen itu kan butuhnya banyak, untuk pasien dalam kategori berat. Kalau kami terima saja, sementara alat terbatas, kan kasihan pasien bisa tidak tertolong,” tutur Nunuk yang juga menegaskan bahwa kapasitas oksigen dan ventilator rumah sakit terbatas.

Jadi, jika semua pasien Covid-19 dalam kondisi berat diterima dengan membutuhkan oksigen banyak, rumah sakit mengkhawatirkan tidak mengaver untuk pasien lain yang membutuhkannya.

Namun, perempuan berkacamata ini mengungkapkan, pihaknya tetap berusaha tidak menolak pasien, tapi mengatur masuknya pasien sesuai derajat berat ringannya pasien untuk ditempatkan di ruang isolasi.

“Jadi kamu atur ruangannya, sebab itu sangat penting menyangkut alat bantu nafas yang dibutuhkan pasien seperti ventilator dan HFNC dengan ketersediaan yang dimiliki rumah sakit. Jadi pasien harus antri dulu di IGD,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo memaparkan, agar masyarakat mewaspadai tingkat kematian. Sebab, pasien yang datang ke layanan kesehatan sudah dalam keadaan berat. Sementara itu, sudah ada 10 tenaga kesehatan (nakes) yang meninggal dunia.

“Sekarang untuk gedung BPWS Suramadu sisi Bangkalan sudah dijadikan rumah sakit dan sudah ada peraturan gubernurnya (pergub),” terangnya.

Untuk Rumah Sakit Indrapura, Surabaya, akan dijadikan rumah sakit khusus pasien Covid-19. Gedung BPWS Suramadu akan menggantikan rumah sakit lapangan Indrapura.

“Jadi nanti pasien dengan gejala ringan dan sedang akan dibawa kesana (BPWS, red),” ungkap pria dengan sapaan Yoyok ini.  (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *