Mahasiswa UTM Juara II MTQ Internasional

  • Whatsapp
Imaduddin Rajaby saat melaksanakan ibadah umrah di Makkah tahun 2019 lalu. (Foto: Ist)

Notifikasi aplikasi Whatsapp berbunyi, pesan dari salah satu nomor yang belum tersimpan masuk menyampaikan kabar. Kabar bahagia itu ternyata disampaikan oleh Dr. Abdur Rohman, wakil dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Keislaman Universitas Trunojoyo Madura.

Pesan singkat itu berisi ucapan selamat. Sebab, salah satu mahasiswanya sukses juara II pada kompetensi MTQ internasional yang diselenggarakan di Baghdad Irak dengan cabang hifzil Qur’an 30 juz.

Bacaan Lainnya

KABAR BANGKALAN | HELMI YAHYA

Mahasiswanya itu bernama Imaduddin Rajaby. Dia memang kerap menjadi salah satu mahasiswa yang menyumbangkan prestasi di fakultas termuda di UTM.

Selain menjadi tahfidz dengan hafal Al-Qur’an hingga 30 juz, beberapa prestasi juga telah disumbangkan sebelumnya kepada civitas akademika itu.

Beberapa bulan lalu, bahkan Abdur Rohman  sempat meminta doa kepada para kerabat dan kenalan agar Imaduddin Rajaby bin Faqih Bahar lolos seleksi MHQ internasional di Baghdad, Irak. Dan ternyata upayanya tidak sia-sia.

“Saya senang sekali, ini sangat membanggakan, semoga bisa contoh mahasiswa lainnya,” ungkapnya dengan lugas dan singkat.

Imaduddin atau yang akrab disapa Gus Adin itu, nyatanya sudah mengenyam pengetahuan tentang Al-Qur’an sejak SMP dan usianya masih 12 tahun. Guru pembimbing pertamanya adalah Kyai Ainul Yaqin, kiai di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jogoroto, Jombang.

Anak ketiga dari Ach Faqih Bahar dan Siti Masnunah ini memang tumbuh berkembang menjadi tahfidz. Anggota keluarganya, hampir semuanya tahfidz Qur’an.

Mahasiswa berusia 22 tahun itu mengenyam pendidikan pertamanya  di TK Al-Qur’an As Shomadiyah, kemudian lanjut di SDIT As Shomadiyah dan SDN Telang 1. Kemudian melanjutkan di pondok pesantren di Jombang.

“Dalam proses belajar Al-Qur’an, banyak sekali godaan dan tantangan yang ditemui, namun itu semua adalah ujian dari Allah untuk menuju kesuksesan ini,” ucapnya.

Dia merasa semua keberhasilan yang didapat tidak luput dari jasa guru dan doa kedua orang tua. Sehingga semua prestasi itu menjadi milik mereka yang selalu mendampingi dan mendukungnya.

“Semuanya kemenangan ini milik mereka, para guru, dosen dan kampus tercinta Prodi Hukum Bisnis Syari’ah, Fakultas Keislaman, Universitas Trunojoyo Madura,” pungkasnya. (hel/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *