Kesadaran Pendidikan Masyarakat Bangkalan Rendah

  • Whatsapp
Survei tentang perkembangan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Bangkalan belum menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. (Foto: Helmi Yahya)

KABAR BANGKALAN – Perkembangan indeks pembangunan manusia (IPM) Bangkalan, masih berada di posisi stagnan. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), daerah yang identik dengan slogan kota dzikir masih berada di peringkat 37 dari 38 kabupaten di Jawa Timur (Jatim).

Kasi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Bangkalan Yeni Arisanti mengatakan, terdapat empat jenis survei untuk menentukan IPM. Masing-masing, usia harapan hidup (UHH), rata-rata lama sekolah (RLS), pengeluaran perkapita setiap tahun dan harapan lama sekolah (HLS).

Bacaan Lainnya

“Data ini, nantinya akan diolah dan dikaji. Sehingga, menghasilkan data yang valid. Data survei dilakukan oleh petugas yang profesional, tidak mungkin datanya tidak valid,” ujarnya, Minggu (18/7/2021).

Menurutnya, mengacu dari perkembangan di 2019 HLS masih 5,66 tahun. Sedangkan, pada 2020 kemarin meningkat menjadi 5,95 tahun. Kondisi itu, menjadi salah satu indikator IPM di daerah belum berkembang.

”Faktanya memang banyak anak SD yang tidak tuntas atau tidak melanjutkan, karena kesadaran orang tua tentang pendidikan rendah,” ucapnya.

Data yang baru di rilis pada Maret 2021, memang lebih spesifik menggambarkan kondisi perkembangan di setiap kabupaten. Sehingga, jika memang daerah memiliki peningkatan, maka kemungkinan kota lain peningkatannya lebih signifikan.

“Sebenarnya, jika dibanding kota di provinsi lain, mungkin Bangkalan tidak akan dapat peringkat segitu,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bangkalan, Eko Hariyanto mempercayai hasil data yang dirilis dalam IPM 2020. Sebab, data itu memang kerap kali menjadi acuan perkembangan setiap daerah. Menurutnya, kinerja setiap OPD juga bisa dilihat dari perkembangan IPM.

Sehingga, hasil yang dilakukan dalam satu tahun bisa menjadi bahan evaluasi kedepannya. Pihaknya berjanji, akan melakukan evaluasi  dan membicarakan terkait perkembangan IPM dengan OPD terkait. Setidaknya, agar ditahun selanjutnya bisa lebih meningkat.

“Kalau memang rendah, ya itu berarti memang butuh dievaluasi lagi. Akan kami cari dulu solusinya, kami juga ingin ada peningkatan,” responnya.  (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *