Target Retribusi IMB Menurun per Tahun

  • Whatsapp
Target retribusi izin mendirikan bangunan (IMB) di Bangkalan mengalami penurunan selama tiga tahun berturut-turut. (Foto: Helmi Yahya)

KABAR BANGKALAN | Target retribusi izin mendirikan bangunan (IMB) di Kabupaten Bangkalan kian mengalami penurunan. Kondisi ini, dibuktikan selama tiga tahun berturut-turut. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan Eryadi Santoso, Minggu (18/7/2021).

Menurutnya, pada tahun 2019 lalu target retribusi mencapai Rp1,5 miliar. Kemudian, di tahun 2020 mengalami penurunan sekitar 500 juta, target retribusi hanya Rp1 miliar. Bahkan, tahun ini hanya Rp500 juta. Penurunan target tersebut, akibat ketercapaian retribusi IMB sebagai pendapatan asli daerah selalu jauh dari target.

Bacaan Lainnya

“Apalagi di tahun 2021 ini, targetnya hanya sekitar Rp500 juta dan baru dicapai sekitar Rp74 juta. Sedangkan sejak awal tahun 2021, jumlah pembangunan terus berkurang,” ujarnya.

Pada umumnya, terjadinya penurunan target dari tahun ke tahun tidak terlepas dari penerapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Sehingga, cukup berdampak terhadap sektor pendapatan di setiap organisasi perangkat daerah (OPD).

“Kondisinya sudah begini, saya pun juga merasakan dampaknya,” ucapnya.

Pihaknya mengaku, sebelum pandemi capaian PAD sesuai target retribusi cukup mudah. Namun, sejak dua tahun sebelumnya ketercapaian sangat sulit terpenuhi, lantaran jarang masyarakat mendirikan bangunan.

”Tidak ada yang membangun, bahkan kalau ada, mereka susah diminta bayar,” terangnya.

Meski demikian, dia optimis menjelang akhir tahun target tersebut bisa diselesaikan. Hanya saja, perlu keoptimalan dan upaya besar untuk mencapai target retribusi. Sebab, sumber pendapatan hanya dari IMB.

“Sumber kami hanya satu, jadi tidak mudah memang untuk menyumbang banyak untuk PAD,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pajak dan Retribusi II Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan Yenny Repeliyanti menegaskan, seharusnya total target PAD setiap tahun naik. Namun, kondisi pandemi tidak memungkinkan untuk mencapai target PAD.

“Kalau setiap tahun total kami selalu naik, meskipun tidak banyak. Tetapi, setelah pandemi kondisi pendapatan tidak stabil. Sehingga, target di setiap OPD harus diturunkan. Padahal, jika terus dalam situasi penurunan akan beresiko pada anggaran di tahun selanjutnya,” tegasnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *